Senin, 14 September 2009

inilah Makna Lailatul Qadar yang sebenarnya buat Orang Miskin, sayang yang melakukan Obama, Gimana Pak SBY? Mau ikutan?

TEMPO Interaktif Senin, 14 September 2009 | 10:41 WIB , Di tengah sunyinya malam Ramadan, yang menurut para ulama diyakini sebagai malam-malam penuh keagungan (laylat al-qadar), penulis, seperti biasanya, melaksanakan tadarus. Selepas itu, penulis membuka CNN.com untuk melihat perkembangan terkini, setidaknya masalah yang paling banyak diperdebatkan di berbagai mancanegara.

Tiba-tiba penulis tertuju pada pidato Presiden Barack Husein Obama di hadapan anggota Kongres AS perihal jaminan kesehatan bagi publik AS. Yang menarik dari pidato tersebut ialah Obama meneguhkan komitmennya untuk memberikan jaminan kesehatan setiap orang Amerika, baik kalangan miskin maupun kelas menengah-atas. Kebijakan soal jaminan kesehatan ala Obama memang sangat luar biasa karena jaminan tersebut dapat meng-cover kebutuhan masyarakat untuk berobat secara gratis, murah, dan profesional. Kubu Republik menentangnya karena kebijakan tersebut dapat membebani keuangan negara yang sudah kelimpungan atas beban krisis finansial yang menimpa negeri Abang Sam itu.

Namun, Obama tetap berkukuh mewujudkan mimpi kesehatan bagi seluruh rakyat AS. Mimpi tersebut juga merupakan mimpi sebagian besar rakyat AS, dan tentu mendiang Ted Kennedy, sebagaimana disampaikan Obama dalam pidatonya. Selain itu, anggaran untuk jaminan kesehatan lebih kecil daripada anggaran perang Irak dan Afganistan.

Pelajaran berharga dari momen mencari Lailatul Qadar tersebut, yaitu alangkah baiknya jika momen Lailatul Qadar juga diisi oleh kesungguhan niat para pemimpin negeri ini untuk membela hak-hak rakyat, terutama mereka yang miskin. Malam yang agung sejatinya dapat mengetuk kesadaran dan ketulusan para pemimpin untuk melakukan terobosan kebijakan publik yang memihak rakyat paling bawah.

Dalam bidang pelayanan kesehatan, kita masih menghadapi masalah serius karena kurangnya fasilitas dan mahalnya biaya kesehatan. Masalah ini hanya dapat diselesaikan dengan ketulusan dan kejernihan hati para pemimpin kita untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi umat dan bangsa ini. Betapa banyak orang yang meninggal dunia setiap hari karena mereka tidak mampu berobat di rumah sakit.

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Malaikat dikabarkan turun di malam yang agung ini. Nah, semua itu akan terasa lebih indah jika Lailatul Qadar tidak hanya menjadi materi ceramah yang didakwahkan setiap Ramadan, tetapi dampaknya terasa kosong-melompong. Akhirnya Ramadan berlalu, tanpa pesan dan makna yang membangun bagi keindonesiaan kita. *

Zuhairi Misrawi, Ketua Moderate Muslim Society

Sumber Tempo Interaktif

INSURANCE CLAUSES